DAFTAR PEMAIN TIMNAS INDONESIA YANG AKAN MELAWAN DAVID BECKHAM CS-INDONESIA VS LA GALAXY |Laga uji coba yang akan dilakukan Timnas Indonesia vs LA Galaxy yang didalamnya terdapat superstar Sepakbola David Beckham yang dijadwalkan pada tanggal 30 November 2011. Daftar pemain Timnas indonesia yang aan diturunkan melawan LA Galaxy tentu saja gabungan dari Timnas Senior dan Timnas U 23 yang bersinar pada saat Sea Games 2011 beberapa waktu yang lalu. Timnas Senior yang akan dipanggil diantaranya Cristian Gonzales, Boaz Salossa, Bambag Pamungkas, sedangkan Timnas Indonesia u 23 diantaranya Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Berikut Daftar pemain Timnas Indonesia yang diturunkan melawan LA Galaxy.
Daftar nama pemain tim nasional yang dipersiapkan untuk menghadapi laga uji coba melawan Los Angeles Galaxy, 30 November mendatang, akhirnya dirilis. Dari 21 nama yang dipilih, 11 di antaranya adalah pemain timnas U-23 yang berlaga di SEA Games XXVI kemarin. Sementara sisanya merupakan penggawa timnas senior.
Nama para pemain timnas senior yang dipanggil adalah Firman Utina, Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Cristian Gonzales, Boaz Salossa, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Greg Nwonkolo, Victor Igbonefo, dan Zulkifli Syukur.
Sementara nama pemain timnas U-23 yang ikut adalah Kurnia Meiga, Andritany, Diego Michels, Abdulrahman, Hasyim Kipuw, Mahadirga Lasut, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, dan Titus Bonai.
Pemanggilan Greg dan Victor sedikit mengejutkan karena keduanya sempat bermasalah untuk membela timnas dengan alasan administrasi. Namun, pelatih Pelita Jaya, Djajang Nurdjaman mengatakan bahwa keduanya memang akan dipanggil.
"Saya belum lihat suratnya, tetapi kabarnya mereka memang dipanggil," ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/11/2011).
Nantinya, ke-21 pemain ini akan dilatih oleh pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan. Mereka dijadwalkan berkumpul pada 27 November mendatang untuk melakukan persiapan.
sepakbola indonesia
Minggu, 11 Desember 2011
Sabtu, 26 November 2011
sejarah sepak bola indonesia
Sejarah
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia milik bumiputra. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda menaruh hormat kepada PSSI lantaran SIVB yang memakai bintang-bintang dari NIVB kalah dengan skor 2-1 melawan VIJ.NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [3]
[sunting] Piala Dunia FIFA
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.[sunting] Pertandingan melawan Hongaria
Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[4]
Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
[sunting] Piala Asia
Di kancah Piala Asia Indonesia pertama kali tampil di putaran final pada tahun 1996 di Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia berhasil membuat kejutan di pertandingan pertama dengan berhasil menahan imbang Kuwait 2-2, tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE. Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.[sunting] Piala AFF
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.[sunting]
Jumat, 07 Oktober 2011
Hasil dan Video Pertandingan Indonesia vs Arab Saudi (Uji Coba Internasional)
Hasil Uji Coba - Hasil Indonesia vs Arab Saudi. Timnas Indonesia secara mengejutkan mampu menahan imbang Arab Saudi tanpa gol. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia berhasil memutus rekor selalu kalah dari Arab Saudi.
Bertanding di Stadion Shah Alam, Malaysia, Jumat, 7 Oktober 2011, malam WIB, Saudi Arabia yang mengandalkan ketajaman Yasser Al-Qahtani langsung menggebrak sejak peluit awal pertandingan ditiup wasit. Menit ke-3, peluang emas didapatkan tim berjuluk "The Green Falcons" ini. Namun, usaha Qahtani masih bisa digagalkan I Made Wirawan, yang kali ini dipercaya mengawal gawang Garuda Merah Putih.
Menit 7, Wirawan kembali sukses menggagalkan peluang yang dimiliki Saudi Arabia. Penjaga gawang asal Persiba Balikpapan ini berhasil mengamankan bola hasil tendangan keras seorang penggawa Saudi Arabia dari luar kotak penalti.
Semenit kemudian, Wirawan kembali membuktikan bahwa dirinya layak mengemban kepercayaan pelatih. Kali ini, dia sukses berjibaku dan menggagalkan peluang Al-Qahtani.
Peluang terbaik Arab, dimiliki Al-Dosarri di menit 30. Sayang, tendangannya masih menyamping gawang Wiryawan, yang sudah mati langkah.
Indonesia sendiri bukan nihil peluang. Menit 14, sebuah tendangan M. Ilham dari sayap kanan hanya tipis menyamping gawang Timnas Arab Saudi yang dikawal Waleed Abdullah.
Garuda Merah Putih kembali berpeluang membobol gawang Waleed di menit 41. Sayang tendangan voli Ahmad Bustomi masih tipis di samping kanan gawang Saudi Arabia. Gelandang yang akrab disapa Cimot ini kembali memiliki peluang, lago-lagi melalui tendangan voli, di menit 45. Sayang, kali ini tendangannya tipis melayang di atas gawang Saudi Arabia.
Di babak kedua, Arab Saudi langsung menggebrak pertahanan Timnas Indonesia yang dikomando Hamka Hamzah. Namun, Made Wirawan kembali membuktikan kecemerlangannya di bawah mistar gawang, dengan mematahkan pergerakan Al- Shahloub.
Menit 62, Wirawan lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya dengan menepis sundulan Al-Shamrani yang baru masuk di menit 62. Tiga menit kemudian, kiper berusia 30 tahun ini kembali harus berjibaku untuk menghalau serobotan Hazizi.
Menit 78, Indonesia, sejatinya, memiliki sebuah peluang emas. Irfan Bachdim sukses mencuri bola dari penguasaan pemain belakang Arab dan mengecoh kiper Waleed. Sayang tendangan pemain berdarah Belanda ke sudut kiri bawah gawang masih bisa dihalau pemain belakang Arab dengan susah payah.
Semenit kemudian, giliran Arab Saudi yang memiliki peluang emas. Sebuah tendangan keras Al-Shamrani membentur mistar gawang Made Wirawan. Menit 82, Wirawan kembali menjadi pahlawan bagi Garuda Merah Putih. Dia sukses mematahkan tendangan keras yang dilepaskan oleh Al-Jassam dari jarak dekat.
Menjelang menit-menit akhir laga, Arab semakin meningkatkan tensi serangan. Namun, hingga peluit panjang ditiup wasit, kedudukan tetap imbang tanpa gol.
Bertanding di Stadion Shah Alam, Malaysia, Jumat, 7 Oktober 2011, malam WIB, Saudi Arabia yang mengandalkan ketajaman Yasser Al-Qahtani langsung menggebrak sejak peluit awal pertandingan ditiup wasit. Menit ke-3, peluang emas didapatkan tim berjuluk "The Green Falcons" ini. Namun, usaha Qahtani masih bisa digagalkan I Made Wirawan, yang kali ini dipercaya mengawal gawang Garuda Merah Putih.
Menit 7, Wirawan kembali sukses menggagalkan peluang yang dimiliki Saudi Arabia. Penjaga gawang asal Persiba Balikpapan ini berhasil mengamankan bola hasil tendangan keras seorang penggawa Saudi Arabia dari luar kotak penalti.
Semenit kemudian, Wirawan kembali membuktikan bahwa dirinya layak mengemban kepercayaan pelatih. Kali ini, dia sukses berjibaku dan menggagalkan peluang Al-Qahtani.
Peluang terbaik Arab, dimiliki Al-Dosarri di menit 30. Sayang, tendangannya masih menyamping gawang Wiryawan, yang sudah mati langkah.
Indonesia sendiri bukan nihil peluang. Menit 14, sebuah tendangan M. Ilham dari sayap kanan hanya tipis menyamping gawang Timnas Arab Saudi yang dikawal Waleed Abdullah.
Garuda Merah Putih kembali berpeluang membobol gawang Waleed di menit 41. Sayang tendangan voli Ahmad Bustomi masih tipis di samping kanan gawang Saudi Arabia. Gelandang yang akrab disapa Cimot ini kembali memiliki peluang, lago-lagi melalui tendangan voli, di menit 45. Sayang, kali ini tendangannya tipis melayang di atas gawang Saudi Arabia.
Di babak kedua, Arab Saudi langsung menggebrak pertahanan Timnas Indonesia yang dikomando Hamka Hamzah. Namun, Made Wirawan kembali membuktikan kecemerlangannya di bawah mistar gawang, dengan mematahkan pergerakan Al- Shahloub.
Menit 62, Wirawan lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya dengan menepis sundulan Al-Shamrani yang baru masuk di menit 62. Tiga menit kemudian, kiper berusia 30 tahun ini kembali harus berjibaku untuk menghalau serobotan Hazizi.
Menit 78, Indonesia, sejatinya, memiliki sebuah peluang emas. Irfan Bachdim sukses mencuri bola dari penguasaan pemain belakang Arab dan mengecoh kiper Waleed. Sayang tendangan pemain berdarah Belanda ke sudut kiri bawah gawang masih bisa dihalau pemain belakang Arab dengan susah payah.
Semenit kemudian, giliran Arab Saudi yang memiliki peluang emas. Sebuah tendangan keras Al-Shamrani membentur mistar gawang Made Wirawan. Menit 82, Wirawan kembali menjadi pahlawan bagi Garuda Merah Putih. Dia sukses mematahkan tendangan keras yang dilepaskan oleh Al-Jassam dari jarak dekat.
Menjelang menit-menit akhir laga, Arab semakin meningkatkan tensi serangan. Namun, hingga peluit panjang ditiup wasit, kedudukan tetap imbang tanpa gol.
Hasil Uji Coba Lainnya:
- Korea Utara 2-2 Polandia
- Jepang 1-0 Vietnam
- Australia 5-0 Malaysia
Susunan pemain Indonesia vs Arab Saudi:
Indonesia: I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, M. Roby, Hamka Hamzah (Hariono 76), Wahyu Wijiastanto; Ahmad Bustomi (Firman Utina 88), Supardi, M. Ilham; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Zulham Malik 70), Cristian Gonzales (Yongki Aribowo 70).
Arab Saudi: Ali Waleed; Abdulrazaq Hawsawi, Aldossary Abdulla Mohammed, Osama Alharbi, Hassan Muath Fallatah; Mohammednoor Hawsawi, Mohammed Bandar Al Shoub, Saud Ali Khariri, Ahmed Mohammed Alfraidi, Abdulaziz Saeed Adawsari; Yasser Al Qahtani.
Indonesia: I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, M. Roby, Hamka Hamzah (Hariono 76), Wahyu Wijiastanto; Ahmad Bustomi (Firman Utina 88), Supardi, M. Ilham; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Zulham Malik 70), Cristian Gonzales (Yongki Aribowo 70).
Arab Saudi: Ali Waleed; Abdulrazaq Hawsawi, Aldossary Abdulla Mohammed, Osama Alharbi, Hassan Muath Fallatah; Mohammednoor Hawsawi, Mohammed Bandar Al Shoub, Saud Ali Khariri, Ahmed Mohammed Alfraidi, Abdulaziz Saeed Adawsari; Yasser Al Qahtani.
Minggu, 11 September 2011
sepak bola indonesia
Selasa, 06 September 2011 23:32
Indonesia 0-2 Bahrain
Garuda Tumbang di Gelora Bung Karno
Hasil tersebut membuat posisi Indonesia semakin terpuruk di posisi buncit Grup E hasil dua kali kekalahan. Sebelumnya tim besutan Wim Risjbergen ini ditundukkan Iran 3-0 pada laga pertama, 2 September lalu.
Wajah Indonesia semakin tercoreng akibat ulah suporter yang terus menyalakan petasan sejak awal pertandingan. Alhasil pada menit ke-75 wasit asal Korea Selatan Lee Min Hu sempat menghentikan laga sekitar 15 menit.
Menjamu Bahrain, Indonesia mengalami kesulitan sejak awal pertandingan. Lini tengah yang digalang Ahmad Bustomi dan Firman Utina justru lebih sering kehilangan bola. Bahrain sendiri beberapa kali mengancam pertahanan Indonesia di awal babak pertama.
Bahrain mencetak gol pertamanya saat injury time babak pertama memasuki menit ke-45+1. Berawal dari kelengahan lini pertahanan Indonesia, bek Sayed Dhiya Saeed Ebrahim berhasil membobol gawang Indonesia yang dikawal Markus Haris Maulana.
Di awal babak kedua pelatih Wim Rijsbergen mengganti Firman Utina yang permainannya tidak berkembang di babak pertama dengan Hariono. Indonesia pun berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal babak kedua.
Namun, masuknya Hariono kurang memberi kontribusi yang signifikan untuk serangan Indonesia. Tim Merah Putih juga masih kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Bahrain justru mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-71 melalui Ismaeel Abdul Latif. Setelah lolos dari jebakan offside, Latif dengan tenang menceploskan bola ke gawang Markus.
Menit ke-75 pertandingan sempat dihentikan wasit Lee Min Hu selama 15 menit karena suporter yang terus menyalakan petasan. Pertandingan kembali dilanjutkan setelah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin turun langsung ke lapangan dan meminta suporter untuk tidak menyalakan petasan.
Setelah laga dilanjutkan, Indonesia justru mendapat sejumlah peluang. Salah satunya melalui tendangan Bambang Pamungkas pada menit ke-79. Indonesia kembali mendapat peluang menit ke-82 melalui sundulan Hamka Hamzah.
Namun, hingga laga usai, keunggulan 2-0 untuk Bahrain bertahan.
Susunan pemain
Indonesia: Markus Haris Maulana; Benny Wahyudi, Muhammad Roby, Hamka Hamzah, M Nasuha (Supardi, 60); Ahmad Bustomi (Ferdinand Sinaga, 78), Firman Utina (Hariono, 46); M Ridwan, Bambang Pamungkas (c), Boaz Solossa; Cristian Gonzales.
Bahrain: Sayed Jaafar; Mohamed Husain (c), Abdulla Marzooqi, Sayed Ebrahim, Rashed Al Hooti; Hussain Ali Hasan, Mohammed Tayeb (Dawood Saad, 67), Abdulla Omar, Faouzi Mubarak Aaish (Mahmood Abdulrahman, 90+1); Hamad Al Anezi, Ismaeel Latif (Ahmed Mubarak, 84). (billy_bolindo.blogspot.co.id)
Senin, 22 Agustus 2011
boas salossa tinggalkan timnas jelang lawan palestina
Solo (ANTARA) - Setelah pemain sayap Persipura Jayapura, Ian Kabes, mundur dari pemusatan latihan Pra Piala Dunia (PPD), saat ini striker Boaz Solossa meminta izin pulang sementara ke daerahnya di Papua menjelang pertandingan persahabatan tim nasional melawan Palestina.
"Boaz Solossa mengikuti jejak temannya satu klubnya, Ian Kabes, pulang meninggalkan pemusatan latihan timnas di Solo, Minggu (21/8) malam atau satu hari sebelum laga persahabatan melawan Palestina," kata Media Officer Timnas Indonesia, Desy Christina, di Solo, Senin.
Ia mengatakan, Boaz mendatangi kamar Pelatih Timnas, Wim Rijsbergen, dan mengutarakan permohonannya agar diizinkan pulang ke Papua karena urusan keluarga yang sangat mendesak ditambah kondisi istri yang sedang hamil besar.
Ia menjelaskan, Boaz sebetulnya ingin bertahan di timnas, tetapi karena alasan keluarga, dia terpaksa harus pulang ke daerahnya.
"Saya sebenarnya ingin bertahan, tetapi sama dengan Kabes, urusan keluarga sudah sangat mendesak. Karena itu, saya meminta agar diizinkan pulang," kata Boaz kepada manajemen timnas.
Pelatih Wim sendiri akhirnya mengizinkan Boaz untuk angkat koper dari Solo, Minggu (21/8) malam, setelah sang striker mengatakan bahwa ia akan kembali bergabung dengan timnas sebelum laga Indonesia versus Bahrain, pada 6 September 2011.
"Tidak bisa dipungkiri, kita memang akan kehilangan Boaz, Namun, saya percaya dengan materi pemain tersisa. Mereka semua memiliki kualitas masing-masing," kata Wim Rijsbergen.
Boas yang menempati posisi striker timnas yang sering berduet dengan Cristian Gonzales, batal memperkuat Indonesia di partai melawan Palestina, Yordania, dan laga penting melawan Iran.
Pelatih Rijsbergen akan membawa 23 pemain untuk menghadapi laga uji coba melawan Yordania pada 27 Agustus 2011 dan laga pembuka grup E PPD zona Asia melawan Iran, pada 2 September 2011.
Pemain sayap Timnas Senior Ian Kabes, pada Sabtu (20/8) siang, resmi meninggalkan pemusatan latihan timnas Pra Piala Dunia di Solo untuk kembali ke Papua.
Pemain yang memperkuat Tim Persipura Jayapura tersebut memang meminta secara pribadi kepada Pelatih Timnas Senior, Wim Rijsbergen, Jumat (19/8), untuk diizinkan pulang dengan alasan sama dengan Boaz, sehingga saat ini jumlah pemain timnas sebanyak 28 orang.
"Boaz Solossa mengikuti jejak temannya satu klubnya, Ian Kabes, pulang meninggalkan pemusatan latihan timnas di Solo, Minggu (21/8) malam atau satu hari sebelum laga persahabatan melawan Palestina," kata Media Officer Timnas Indonesia, Desy Christina, di Solo, Senin.
Ia mengatakan, Boaz mendatangi kamar Pelatih Timnas, Wim Rijsbergen, dan mengutarakan permohonannya agar diizinkan pulang ke Papua karena urusan keluarga yang sangat mendesak ditambah kondisi istri yang sedang hamil besar.
Ia menjelaskan, Boaz sebetulnya ingin bertahan di timnas, tetapi karena alasan keluarga, dia terpaksa harus pulang ke daerahnya.
"Saya sebenarnya ingin bertahan, tetapi sama dengan Kabes, urusan keluarga sudah sangat mendesak. Karena itu, saya meminta agar diizinkan pulang," kata Boaz kepada manajemen timnas.
Pelatih Wim sendiri akhirnya mengizinkan Boaz untuk angkat koper dari Solo, Minggu (21/8) malam, setelah sang striker mengatakan bahwa ia akan kembali bergabung dengan timnas sebelum laga Indonesia versus Bahrain, pada 6 September 2011.
"Tidak bisa dipungkiri, kita memang akan kehilangan Boaz, Namun, saya percaya dengan materi pemain tersisa. Mereka semua memiliki kualitas masing-masing," kata Wim Rijsbergen.
Boas yang menempati posisi striker timnas yang sering berduet dengan Cristian Gonzales, batal memperkuat Indonesia di partai melawan Palestina, Yordania, dan laga penting melawan Iran.
Pelatih Rijsbergen akan membawa 23 pemain untuk menghadapi laga uji coba melawan Yordania pada 27 Agustus 2011 dan laga pembuka grup E PPD zona Asia melawan Iran, pada 2 September 2011.
Pemain sayap Timnas Senior Ian Kabes, pada Sabtu (20/8) siang, resmi meninggalkan pemusatan latihan timnas Pra Piala Dunia di Solo untuk kembali ke Papua.
Pemain yang memperkuat Tim Persipura Jayapura tersebut memang meminta secara pribadi kepada Pelatih Timnas Senior, Wim Rijsbergen, Jumat (19/8), untuk diizinkan pulang dengan alasan sama dengan Boaz, sehingga saat ini jumlah pemain timnas sebanyak 28 orang.
Langganan:
Postingan (Atom)










